Minggu, 27 November 2016

Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku Individu



Pengaruh Lingkungan
terhadap Perilaku Individu
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :
1. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial
Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.
Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.
Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.
2. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu
Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
  1. Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
  2. Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
  3. Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
  4. Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.

Study Tour



Study Tour To Jakarta-Bandung

It is happened Oktober 10-13th  2016. We divided into several groups. I chosen as the leader of my group. Alvira, Natasya, and Clara were members of my group.
On, Oktober 10-13th  2016 actually at 15.00 o’clock, after pray that headed by our headmistress, we left our school. My group and I got seat in the bus 3. Our bus or more actually bus 3, didn’t hurry. Many students brought VCD and DVD. But it couldn’t play in VCD player at the bus. We were dissapointed. In that trip, several students chose for sleep.
At 04.30 until 05.00 o’clock, our entourage took a rest in Jatilawang Restaurant. We were dinner and pray subuh. After that, we continued our trip to Monas, Jakarta.
On 07.00 o’clock we went to Jakarta Pusat. We went to Monas or Monumen Nasional. In the bus, a bus’ clerk or Mr. Wawan told about Monas. There were several students that write down his told about Monas. But, there were many students that sleep because them still tired.
Upon arrive in Monas, our time only shortly. We only went to around Monas in its base floor. We didn’t go to Monas’ summit. Finally, our bus’ clerk instructed us for to go back to the bus.
On 09.00 o’clock we went to Seaworld. There, we saw various of fish. There we saw also a giant aquarium. Not long time we visited Seaworld. We promptly continued our trip to Dufan or Dunia Fantasi, about 11.30 o’clock. Before go to Dufan, we lunched together in the bus.
Upon arrive in Dufan, we did pray Dzuhur and ‘Asar also, after change our school identity’s uniform with our 8i’s class t-shirt.
In Dufan, we tried many engrosse and challenging games. An example: Alap-alap, Kora-kora, Pontang-panting, Ombang-ambing, etc. We played until about 14.00 o’clock. Before go to the bus, my group and I went to a shop. I bought souvenirs for my three cousins existent a suit of t-shirt. After finish to pay, we promptly went to bus. In the trip, many students was sleep, because them very tired. On Oktober 12st  2016, actually at 14.30 o’clock, we already got up. My friend, Clara that awoke us, or my group with her handphone’s alarm. We soon took a bath, pray Subuh, and then check out. We only saw it when us went to PP IPTEK. We studied in PP IPTEK. We tried many efforts of Science in there. But, there was many my friends that bored in PP IPTEK.
About 15.30 o’clock we continued our trip to Bandung. We went to Cibaduyut. We arrived in there about 15.45 o’clock. When we arrived in there, we soon pray Maghrib and ‘Isya also in a mosque near to the market. In Cibaduyut, we bought many souvenirs. I bought a school bag, two t-shirts (one for me, and one again for my father), a doll, a sandal for me and for my mother. Cibaduyut was the center of many souvenirs in Indonesia. So, proper if all of souvenirs in there was unexpensive and may offer. After buy many souvenirs, we went back to the bus. We continued out trip back to Semarang. But, before continue our trip back to Yogyakarta, we dinner in Simpang Raya Restaurant in Bandung about 22.00 o’clock. We changed our clothes and washed our face too.
In front of Simpang Raya Restaurant, there was cassette seller. My friend bought a K-Pop cassette. In the bus, bus’ clerk played it. And thankfully, the cassette could play. We were very happy. Especially when we saw Super Junior, a boyband in that cassette, we more and more very happy! “Thanks God,” I said.
Just shortly in our trip, many student already slept. The cassette soon turned off by bus’ clerk.
About 02.30 o’clock, we already arrived in Semarang, Center Java. After that, we continued our trip to Semarang. In the bus, many students didn’t sleep again. Then, the bus’ clerk played the K-Pop cassette again. And we very happy again with it.
About 04.00 o’clock, we already close to Smp 14 Junior High School. Many students was manage their stuff. But, I didn’t. I managed my stuff when we already arrived in Semarang 14 Junior High School.
About 04.30 o’clock, we arrived in Smp 14 Junior High School. In my school’s yard, my father already waited me. And of course, we were very happy because we already arrived in our beloved school, although we still tired.
That study tour, will always become a sweet memories in my heart.

Rabu, 23 November 2016

Makna Nilai dalam Pancasila



Makna Nilai dalam Pancasila

a. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.

b. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

c. Nilai Persatuan Indonesia

Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..

d. Nilai Kerakyatan

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.

e. Nilai Keadilan

Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Keteladanan Nabi Harun As dan Musa As



Nabi Harun AS merupakan saudara dari nabi Musa AS, beliau adalah bagian dari 25 nabi yang wajib kita yakini. Nabi Harun AS merupakan kakak kandung dari nabi Musa AS, beliau lahir sebelum ada perintah dari raja Fir'aun untuk membunuh semua bayi lelaki dari kalangan Bani Israil, jadi nabi Harun AS tidak diburu seperti kala kelahiran nabi Musa AS.

Nabi Harun AS merupakan seorang yang sangat fasih dalam berbicara, beliau juga kuat memegang teguh agamanya. Bahkan nabi Musa AS sendiri mengakui keunggulan sudaranya itu, dan beliau meminta kepada Allah SWT agar nabi Harun AS dijadikan rekannya dalam berdakwah. Kedua sudara itu adalah perpaduan yang sangat tepat, nabi Musa AS adalah seorang yang kuat fisiknya dan nabi Harun AS adalah seorang yang pandai dan faseh dalam berbicara. Allah SWT mengangkat nabi Harun AS saat nabi Musa AS memohonkannya kala diangkat menjadi nabi.

Nabi Harun AS membantu nabi Musa AS dalam berdakwah di tanah Mesir, beliau juga menggantikan nabi Musa AS kala beliau melarikan diri ke Palestina. Sekembalinya nabi Musa AS, mereka berdua diutus untuk berdakwah kepada raja Fir'aun dan kaumnya, namun karena kedurhakaan Fir'aun yang mengaku sebagai Tuhan, akhirnya mereka harus meninggalkan mesir dengan membawa serta Bani Israil yang tertindas di Mesir.





selengkapnya download disini